Twitter Spaces Terus Dikembangkan, Bakal Jadi Kompetitor Terkuat Clubhouse

Eksplorasi Kota Bikin Konten, Tetap Aman dengan Samsung Galaxy S21 Ultra 5G
Twitter Spaces

G.imana sobat Gizmo, pernah ketemu teman atau kenalan yang tiba-tiba membeli atau pindah ke iPhone untuk mencoba aplikasi Clubhouse? Ya, aplikasi media sosial berbasis suara ini berkembang sangat pesat di Indonesia, dinilai memiliki cara yang tepat daripada mengirim teks atau berbagi video. Di sisi lain, Twitter memiliki "saingan" tersendiri dengan Twitter Spaces.

Memang, Clubhouse dan Twitter Spaces masih tergolong eksklusif. Selain hanya tersedia untuk iOS, sistemnya masih selektif. Untuk Clubhouse, Anda masih harus mendapatkan undangan dari pengguna lain. Sedangkan untuk Twitter Spaces, karena masih dalam tahap yang sangat awal, hanya Twitter yang telah memilih akun yang dapat mencoba fitur baru ini.

Baca juga:
Inilah Prediksi Tren Ramadan 2021 & Topik Obrolan di Twitter
Kenali Clubhouse, Aplikasi Media Sosial Audio untuk Pengguna iPhone

Twitter Spaces dirilis secara pribadi Desember lalu

Twitter Spaces

Selama momentumnya masih sangat tinggi, Twitter terus berupaya untuk mempercepat perkembangannya agar bisa dinikmati oleh semua penggunanya. Meski mirip dengan Clubhouse, Twitter Spaces memiliki beberapa perbedaan yang bisa dibilang lebih unggul.

Sebelum membahas kelebihan tersebut, perlu diketahui bahwa Twitter sebenarnya telah mengembangkan dan meluncurkan Twitter Spaces sejak pertengahan Desember. Diluncurkan dalam bentuk beta pribadi, hanya Twitter yang dapat memilih pengguna mana yang memiliki kesempatan untuk mencoba metode obrolan suara.

Menurut Twitter, fitur Twitter Spaces harus benar-benar matang. Terutama aspek keamanan, di mana pengguna bisa langsung mengadu keluhan satu sama lain, jika memang setiap orang memiliki kesempatan untuk menjadi pembicara atau pembicara. Di Clubhouse sendiri, telah terjadi beberapa insiden pelecehan, termasuk insiden terhadap reporter New York Times.

Sama seperti Clubhouse, Twitter Spaces berisi pendengar dan pembicara. Saat pengguna memulai Spaces, siapa pun yang mengikuti orang tersebut akan melihat pemberitahuan di bagian atas aplikasi Twitter, di baris konten Fleets.

Beberapa Perbedaan dan Keunggulan Twitter Spaces

Twitter Spaces
Pengembangan berkelanjutan oleh Twitter untuk tampilan Twitter Spaces.

Dirangkum dari SocialMediaToday, Twitter Spaces memiliki beberapa fitur yang membedakannya dengan Clubhouse. Meski belum final, namun penampilan dari dulu hingga sekarang telah mengalami beberapa kali perubahan. Sebelumnya, saat membuka 'spasi', hanya ditampilkan sejumlah peserta dengan jumlah total di akhir peserta, tombol mikrofon, opsi menjadi pembicara, reaksi dan berbagai spasi.

Baca:  Penggoda Smart TV Pertama OPPO Mengungkap Desain Dengan Bezel Tipis dan Kamera Pop-up

Ya, agar sedikit lebih interaktif, peserta room di Twitter Spaces bisa memberikan reaksi berupa sejumlah emoji seperti hati, terompet, emoji ketawa dan lain-lain. Karena masih dalam tahap pengembangan, Twitter telah memperkenalkan beberapa perubahan. Sekarang tombol baru disediakan, yaitu "manajemen tamu".

Pada menu ini, peserta Twitter Spaces dapat melihat daftar pembicara, pendengar dan yang meminta sebagai pembicara. Untuk level kelas ini, Twitter akan menampilkan siapa "host" atau pemrakarsa spasi. Tidak hanya di dalam, Twitter juga mencari cara untuk tampil di timeline ketika berikut ini (akun yang sedang diikuti) mencari pembawa acara atau pembicara.

Apakah akan seperti Snapchat dan Instagram Stories?

Dari yang sama sekali tidak pernah terdengar pada awalnya, Clubhouse kini telah menjangkau lebih dari dua juta pengguna, sebagai hasil dari dipromosikan oleh profil terkenal dunia seperti Elon Musk. Namun saat Twitter Spaces dirilis ke publik, tentunya jutaan pengguna Twitter saat ini akan dapat meramaikan fitur ini dalam sekejap, mengingat tidak hadir dalam aplikasi tersendiri.

Twitter juga memiliki tim di belakang Periscope, layanan video yang sejak itu dihapus. Sehingga secara mendasar akan cukup kuat untuk terus mengembangkan metode baru dalam berinteraksi melalui satu suara ini. Dengan pengguna Twitter yang telah mencapai lebih dari 192 juta pengguna harian.

Bisa jadi Clubhouse akan berakhir seperti Snapchat, di mana jumlah pengguna baru dan pengguna aktif menurun drastis sejak adanya Instagram Stories. Ujung-ujungnya yang paling banyak diminati adalah semakin banyak penggunanya, begitu pula kemudahan aksesnya. Lewat Twitter dan Instagram, kemungkinan kedua aplikasi tersebut harus dipasang di smartphone.

Bagaimana dengan Gizmo sobat pernah mencoba Clubhouse beberapa hari yang lalu biar gak ada FOMO alias takut ketinggalan (takut ketinggalan trend)? Menurut Anda, apakah Anda akan lebih tertarik menggunakan Clubhouse atau Twitter Spaces ketika tersedia di Android dan iOS? Coba tulis di komentar di bawah ini!