Pomelo Manfaatkan Teknologi Cloud AWS, Beri Layanan Lebih Personal

Pomelo Fashion
Pomelo Fashion

Salah satu hiburan yang banyak dipilih bagi sebagian orang adalah “retail therapy”, atau melepaskan penat dengan berbelanja. Namun adanya masa pandemi membuat mereka tak bisa melakukan kegiatan tersebut secara luring, dan berpindah ke platform e-commerce. Salah satu platform fashion yang ada adalah Pomelo Fashion.

Pomelo sendiri masih tergolong sebagai startup, menjadi salah satu pemain e-commerce yang kini cukup terkemuka di Asia, khususnya di bidang mode. Meski ada pandemi yang masih berlangsung hingga saat ini, Pomelo berhasil mencatat pemasukan sebesar dua kali lipat year-on-year (YoY). Perkuat infrastruktur, mereka menunjuk Amazon Web Services sebagai partner untuk penyedia cloud.

Dengan ditunjuknya AWS, Pomelo berencana untuk hadirkan cara baru yang lebih impresif bagi pelanggan dalam berselancar mencari dan membeli busana berdasarkan tren mode baru. Memiliki basis di Thailand, Pomelo bakal andalkan infrastruktur AWS untuk dukung ekspansinya ke beberapa negara lain. Beberapa di antaranya yaitu Singapura, Malaysia, Vietnam, Filipina hingga Indonesia.

Baca juga: AWS Siapkan Solusi Cloud Menyeluruh untuk Bisnis di 2021

“Just for You” Tingkatkan Pengalaman Pelanggan

David Jou, Pomelo
David Jou, CEO, Pomelo Fashion.

AWS akan mendukung Pomelo lewat beragam portofolio layanan cloud yang dimilikinya, meliputi machine learning, komputasi, serverless, penyimpanan, basis data hingga kemampuan analitik. Portofolio tersebut mungkinkan Pomelo untuk analisa data secara masif, demi ciptakan fitur-fitur baru bagi pelanggannya. Seperti rekomendasi yang lebih personal untuk pelanggan, agar dapat perkaya pengalaman belanja.

Mengingat pertumbuhan pelanggan cukup pesat, Pomelo hadirkan ratusan produk baru tiap minggunya. Terdiri dari beberapa kategori seperti pakaian, wanita, alas kaki, aksesoris hingga kosmetik. Dibandingkan tahun lalu, jumlahnya kini sudah mencapai lima kali lipat. Salah satu fitur yang hadir untuk tingkatkan pengalaman pelanggan memanfaatkan teknologi AWS adalah fitur “Just for You”.

Baca:  Grab Gandeng Panasonic Hadirkan Kualitas Udara yang Lebih Baik

Lewat fitur tersebut, situs bisa membangun rekomendasi yang lebih personal untuk tiap pelanggan, dibangun dari pola belanja dan pencarian terdahulu. Dengan begitu, pelanggan bisa temukan produk baru lainnya dengan cepat, tingkatkan minat pembelian. “Sekarang ini, pelangan ingin mendapatkan pengalaman berbelanja yang imersif dan penuh inspirasi,” kata David Jou, CEO, Pomelo Fashion.

Ia melanjutkan, “Di Pomelo, fokus kami adalah menyediakan pengalaman-pengalaman personal dan engaging bagi setiap pelanggan kami di seluruh dunia. Kami bertekad untuk terus menggunakan teknologi AWS untuk mengakselerasi setiap upaya kami memperkenalkan produk-produk terbaru, serta mempercepat upaya kami dalam melakukan ekspansi pasar.”

Teknologi AWS Bantu Perlancar Aktivitas Daring Pomelo

Pomelo Fashion

Saat ini, Pomelo telah memanfaatkan serangkaian portofolio layanan yang disediakan oleh AWS. Seperti gudang data Amazon Redshirt dan layanan machine learning Amazon Personalize, untuk ciptakan pengalaman pelanggan yang personal dengan lebih cepat dan real-time. Dengan begitu, Pomelo berhasil cetak persentase sebesar 60% klik di keseluruhan toko daringnya.

Untuk penuhi permintaan pelanggan secara konsisten dan cepat, AWS Lambda dimanfaatkan agar bisa akomodasi meningkatnya akses pelanggan sepanjang tahun 2020, dengan lebih dari 130 merk baru yang bergabung ke situs Pomelo. Situs bisa tetap berjalan mulus meski traffic mencapai 40 kali lipat dibandingkan biasanya, utamanya di hari spesial seperti Singles Day.

Conor McNamara, Managing Director, AWS ASEAN mengatakan bila Pomelo menjadi contoh bagaimana perusahaan startup di Asia Tenggara bisa berdayakan teknologi AWS untuk bertransformasi, memanfaatkan beberapa teknologi seperti machine learning untuk ciptakan pengalaman baru bagi pelanggannya. “Kami tidak sabar melihat apa saja yang akan mereka bangun di kemudian hari, dengan mengandalkan teknologi cloud paling terkemuka di dunia,” tutupnya.