400 Siswa Indonesia Lulus dari Apple Developer Academy

Apple Developer Academy
Apple Developer Academy

Agar bisa memasarkan perangkatnya di Indonesia, Apple memilih skema TKDN (Tingkat Kandungan Dalam Negeri) berbasis pengembangan inovasi dengan nilai total investasi sebesar USD44 juta atau Rp615 miliar. Salah satunya adalah berbentuk Apple Developer Academy yang berada di 3 lokasi di Indonesia yaitu Jakarta, Surabaya, dan Batam.

Dibuka sejak Mei 2018, Apple Developer Academy yang berlokasi di BSD Tangerang merupakan yang pertama di tingkat Asia dan ketiga di dunia setelah Brasil dan Italia. Untuk menggelar akademi tersebut, mereka menggandeng institusi pendidikan yang bertujuan untuk mengembangkan software berbasis sistem operasi milik Apple.

Saat ini, Apple Developer Academy telah memasuki tahun kedua meluluskan para siswanya. Untuk tahun 2020 ini, sebanyak 400 siswa dari tiga akademi yang berlokasi di Jakarta (Binus), Surabaya (Universitas Ciputra), dan Batam (Infinite Learning) merayakan kelulusannya.
Baca juga: Review Singkat iPhone 12 Pro: Peningkatan Signifikan?

Hasil Karya Siswa Apple Developer Academy

Apple Developer Academy

Dengan tantangan yang disebabkan oleh pandemi, termasuk penutupan sementara lokasi akademi, para siswa harus dengan cepat beradaptasi dengan pembelajaran jarak jauh. Mereka berkolaborasi dengan satu sama lain namun di tempat yang terpisah.

Banyak aplikasi yang dikembangkan dalam kurun waktu 10 bulan ini juga mencerminkan ‘new normal. Aplikasi tersebut mencakup dari ketentuan pelayanan perawatan darurat, platform e-commerce, hingga pembelajaran jarak jauh yang interaktif.

Berikut ini beberapa aplikasi yang berhasil dikembangkan:

  • Aura: alat untuk pelayanan perawatan darurat dan de-stigmatisasi untuk orang Indonesia dengan epilepsi
  • Muara: pembelajaran jarak jauh yang interaktif untuk Museum Nasional Indonesia
  • Quipy: aplikasi yang mengelola invetaris, transaksi penjualan daring dan masukan konsumen melalui pintasan keyboard yang disesuaikan
  • Aksaraya: aplikasi yang fokus kepada preservasi skrip Jawa tradisional dengan menggunakan Apple Pencil dan iPad.
Baca:  Apple Desain dan Produksi Masker untuk Para Karyawannya

Aplikasi Aura, Quipy dan Aksaraya tersedia hari ini di App Store. Selain itu, beberapa siswa dari kelompok developer diundang ke Apple’s Entrepreneur Developer Camp for Women. Mereka akan mendapatkan kesempatan untuk memperoleh panduan personal setingkat kode dari para ahli dan engineer Apple, sekaligus bimbingan, inspirasi dan wawasan dari pimpinan tertinggi Apple. Sejumlah 13 lulusan akademi, sebagai pemenang beasiswa, juga sebelumnya telah menghadiri tiga edisi dari acara tahunan Apple, Worldwide Developer Conference.

Menurut Lisa Jackson, Wakil Presiden Apple untuk Lingkungan, Kebijakan dan Inisiatif Sosial, mengatakan para siswa lulusan Apple Developer Academy tahun ini telah menunjukkan ketangguhan, kecerdasan dan tekad yang luar biasa. Mereka beradaptasi dengan cara baru belajar secara langsung demi mendapatkan keterampilan yang dibutuhkan untuk mengembangkan aplikasi iOS, dan berpartisipasi dalam ekonomi aplikasi yang berkembang dengan pesat.

“Para lulusan ini meninggalkan akademi dengan ketrampilan yang penting yang dapat mereka gunakan untuk membuat dunia lebih baik, dan kita tidak sabra untuk melihat hal-hal luar biasa yang akan mereka capai,” kata Lisa.

Sejak 2017, lebih dari 450 siswa telah belajar di Apple Developer Academy di Indonesia, dengan 400 siswa terdaftar saat ini. Aplikasi untuk kelas tahun depan telah menarik minat dari 80 kota di seluruh Indonesia, termasuk peningkatan 100 persen jumlah pendaftar perempuan dibandingkan dengan jumlah pendaftar tahun lalu